PEMANFAATAN LIMBAH KEHUTANAN

 

Makalah Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan                       Medan,   April 2021

PEMANFAATAN LIMBAH KEHUTANAN

Dosen Penanggung Jawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Disusun Oleh :

Angelina Dame Ria Munte                                       191201043

Philip Jordan Simanjuntak                                      191201048

Adinda Rahmayani                                                   191201056

Ratna Fadilah                                                            191201058

Taruly Oktavyani Patricya                                      191201112

Daniel Sihombing                                                      191201115

Grace Rama Novelyta Br Sembiring                      191201120

 

Kelompok 3

HUT 4C










PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERAA UTARA

MEDAN

2021





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul
Pemanfaatan Limbah Kehutanan” ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan Laporan Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum dan sebagai salah satu syarat masuk praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyelesaian laporan ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih yang besar kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan, yang telah mengajarkan materi praktikum dengan baik begitu juga dengan asisten Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan yang telah membantu penulis dalam melaksanakan praktikum yang hasilnya kemudian dituangkan dalam laporan ini.

Penulis sadar, penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknik maupun materi. Oleh sebab itu, penulis sangat mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan laporan praktikum pemanenan hasil hutan ini. Akhir kata, semoga Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

                                                                                                Medan,    April  2021

 

 

                                                                                                                                                                       Penulis






DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 2

1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................. 2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Limbah dan Limbah Kehutanan........................................ 3

2.2 Jenis-Jenis Limbah .............................................................................. 3

2.3 Contoh Produk Yang Dihasilkan dan Langkah-Langkah Pembuatan...5

PENUTUP

3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 8

3.2 Saran.................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................9

 





BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Limbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis (Soenarno, 2016).

Bagi masyarakat Indonesia limbah merupakan sesuatu yang sangat kurang pengelolaannya, kesalahan dalam mengelola akan menyebabkan limbah semakin berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan dan bahaya penyakit bagi masyarakat, contohnya pencemaran lingkungan terutama pencemaran pada air yang pada akhirnya menyebabkan banjir disaat musim penghujan tiba. Limbah yang biasanya muncul dari industri mebel antara lain adalah limbah kayu, limbah bahan pelitur, dan limbah tiplek yang berasal dari bahan dasar pohon. Akhir-akhir ini semakin banyak masalah yang timbul disebabkan oleh antropogenik, khususnya tentang lingkungan. Antropogenik adalah istilah yang umum dipakai untuk menyatakan segala sesuatu yang terjadi di alam karena campur tangan manusia (efek, proses, obyek dan material), kejadian tersebut sebagai lawan kata dari kejadian alami (Idris, 2015).

Limbah hutan merupakan bagian-bagian pohon atau tumbuhan sebagai hasil dari sistem pemanenan hutan. Limbah ini sebagian masih layak dimanfaatkan seperti untuk arang maupun produk-produk olahan yang lain (balok, papan, dan sebagainya). Sedangkan ranting-ranting kecil maupun serasah seringkali diabaikan pemanfaatannya. Limbah kehutanan di Indonesia sangat besar jumlahnya dan perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Saat ini sebagian besar malah belum dimanfaatkan. Berbagai skenario diajukan sesuai karakteristik limbah kehutanan (forest residue) tersebut, kebutuhan pasar dan teknologi pengolahannya. Teknologi pemadatan biomasa (biomass densification) seperti pemelletan dan pembriketan adalah salah satu skenario yang menarik untuk diimplementasikan. Secara visual pellet dan briket berbeda karena dimensinya. Limbah utama dari kayu yang jelas adalah potongan potongan kecil dan serpihan kayu dari hasil penggergajian serta debu dan serbuk gergaji. Limbah tersebut sangat sulit dikurangi, hanya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin menjadi barang lain yang memiliki nilai ekonomis. Beberapa limbah lain dari sebuah industri furniture sebenarnya memiliki peran yang besar pada sebuah 'costing' serta dampak lingkungan sehingga akan sangat bermanfaat apabila bisa dikurangi (Astana, 2015).

Di Indonesia ada tiga macam industri yang secara dominan mengkonsumsi kayu alam dalam jumlah relatif besar, yaitu: Industri kayu lapis, industri penggergajian dan industri Pulp/kertas. Sebegitu jauh limbah biomassa dari industri tersebut sebahagian telah dimanfaatkan kembali dalam proses pengolahannya sebagai bahan bakar guna memenuhi kebutuhan energi industri kayu lapis dan Pulp/kertas. Klasifikasikan limbah berdasarkan tempat terjadinya, sebagai berikut: Limbah yang terjadi di areal penebangan yang berupa kelebihan tunggak, bagian batang dari pohon yang rusak, sisa cabang dan ranting. Limbah yang terjadi di tempat pengumpulan kayu sementara (TPn) yang berupa batang yang tidak memenuhi syarat. Limbah yang terjadi di tempat penimbunan kayu (TPK) yang umumnya terjadi karena penolakan oleh pembeli karena log sudah terlalu lama disimpan sehingga busuk (Matangaran, 2012).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Limbah dan Limbah Kehutanan?

2. Apa saja Jenis-Jenis Limbah?

3. Apa contoh produk yang dihasilkan dan langkah-langkah pembuatan?

1.3 Tujuan

1.      Untuk mengetahui Pengertian Limbah dan Limbah Kehutanan.

2.      Untuk mengetahui Jenis-Jenis Limbah.

3.   Untuk mengetahui Contoh Produk yang dihasilkan dan Langkah-Langkah Pembuatan.





BAB II

ISI

2.1 Pengertian Limbah dan Limbah Kehutanan

Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya (Mahida, 1984). Bahan yang sering ditemukan dalam limbah antara lain senyawa organik yang dapat terbiodegradasi, senyawa organik yang mudah menguap, senyawa organik yang sulit terurai (Rekalsitran), logam berat yang toksik, padatan tersuspensi, nutrien, mikrobia pathogen, dan parasit. Pengertian limbah secara umum adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan manusia baik berupa padat, cair ataupun gas yang dipandang sudah tidak layak dan tidak memiliki nilai ekonomis sehingga cenderung untuk dibuang

Limbah kehutanan adalah limbah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri kehutanan atau lainnya. Limbah pemanenan kayu sangat potensial dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan kayu, seperti industri papan partikel, papan serat, papan blok, papan sambung, pulp dan kertas serta industri arang kayu. Limbah pemanenan kayu mempunyai prospek ekonomis untuk memasok industri kayu gergajian, kayu lapis, dan pulp. Bahkan, limbah pemanenan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pada tungku boiler untuk menghasilkan listrik disekitar lingkungan base camp atau camp produksi setempat.

 

2.2 Jenis-Jenis Limbah

Berdasarkan wujud limbah yang dihasilkan, limbah terbagi 4 yaitu :

  1. Limbah padat

Limbah padat adalah limbah yang memiliki wujud padat yang bersifat kering dan tidak dapat berpindah kecuali dipindahkan. Limbah padat ini biasanya berasal dari sisa makanan, sayuran, potongan kayu, ampas hasil industri, dan lain-lain.

  1. Limbah cair

Limbah cair adalah limbah yang memiliki wujud cair. Limbah cair ini selalu larut dalam air dan selalu berpindah (kecuali ditempatkan pada wadah/bak). Contoh dari limbah cair ini adalah air bekas cuci pakaian dan piring, limbah cair dari industri, dan lain-lain.

  1. Limbah gas

Limbah gas adalah limbah yang berwujud gas. Limbah gas bisa dilihat dalam bentuk asap dan selalu bergerak sehingga penyebarannya luas. Contoh dari limbah gas adalah gas buangan kendaraan bermotor, buangan gas dari hasil industri.

  1. Limbah suara

Limbah suara adalah Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan.

 

Berdasarkan senyawa limbah terbagi menjadi;

  1. Limbah organik

Limbah organic didefinisikan sebagai limbah yang berasal dari makhluk hidup yang sifatnya mudah terurai contohnya seperti sisa makanan, buah-buahan, sayur-sayuran dan lainnya.

  1. Limbah anorganik

Limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai atau busuk secara alami contohnya seperti plastik.

  1. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)

Yang dimaksud dengan limbah B3 adalah “setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung yang tentunya sangat berdampak dan dapat merusak dan mencemarkan lingkungan hidup membahayakan.

 

Berdasarkan sumbernya limbah terbagi menjadi;

1.         Limbah Perkotaan (municipal Waste)

Yaitu limbah merupakan sisa buangan dari rumah tangga, perkantoran, pasar, industri rumah tangga, pusat perdagangan, dan sumber lainnya. Umumnya limbah tersebut berbentuk padatan dan cairan yang umumnya terdiri dari 60-70% bahan organik (sisa makanan, sayuran, dedaunan, kertas, dan lain- lainnya) dan sisanya non organik (logam, kaca, kaleng dan bahan lainnya).

  1. Limbah industri (industial waste)

Yaitu imbah atau buangan yang berasal dari industri kecil (rumah tangga), menengah dan besar. Limbah ini dapat beruapa padatan maupun cair, tergantung pada jenis industri. Indusri pengeolahan atau proses yang banyak menggunakan air akan menghasilkan air buangan dalam jumlah yang relatif besar.

  1. Limbah pertambangan (mining waste)

Yaitu limbah yang berasal dari kegiatan pertambangan. Limbah pertambangan seringkali menimbulkan permasalahan yang serius karena jumlah limbahnya yang relatif besar, khusus tabang emas, nikel dan bahan lainnya yang terdapat dalam tanah atau batuan. Selain limbah padat dan limbah cair yang besar, limbah pertambangan seringkali juga mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya bagi lingkungan, terutama logam berat dan senyawa toksis.

  1. Limbah pertanian (agricultural waste)

Yaitu limbah yang berasal dari kegiatan pertanian dan indsutri pertanian. Umumnya berupakan limbah padat (sisa tanaman, dedaunan, kotoran hewan). Limbah berupa cairan umumnya dihasilkan dari kegiatan pengolahan hasil atau produk pertanian. Karakteristik limbah pertnaiannya bersifat volumenous dan dapat dijumpai di lahan, rumah tangga, pasar atau pusat perdagangan dan perkotaan atau industri pengolahan hasil pertanian.

 

2.3 Contoh produk yang dihasilkan dan Langkah-langkah pembuatannya

Indonesia sebagai salah satu negara tropis didunia memiliki sumber daya bambu yang cukup potensial. Di Indonesia bambu dapat dijumpai baik di daerah pedesaan maupun di dalam kawasan hutan. Tanaman bambu dapat dijumpai mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, dari pegunungan berbukit dengan lereng curam sampai landai. Bambu adalah salah satu bahan yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan karena sejak jaman dahulu manusia telah menggunakan bambu sebagai bahan bangunan, mebel, alat rumah tangga dan barang kerajinan. Bambu yang termasuk tanaman cepat tumbuh dan mempunyai daur yang relatif pendek merupakan salah satu sumberdaya alam yang cukup menjanjikan sebagai bahan substitusi kayu (Sulastiningsih dan Santoso, 2012).

Pada praktikum pemanfaatan limbah kehutanan adapun jenis limbah yang digunakan adalah bambu. Bambu Kuning (Bambusa vulgaris).  adalah salah satu jenis bambu peliharaan atau budidaya bambu jenis ini memiliki ciri batang yang beruas-ruas, tinggi dan warnanya kuning biasanya bambu jenis ini hidup di lingkungan tropis dan ditanam di tepi jalan atau halaman rumah.

Adapun proses pembuatan vas lampu adalah sebagai berikut :

  1. Disiapkan bambu berukuran sedang yang telah direndam dan dijemur hingga kering
  2. Setelah bambu tersedia bambu tersebut di amplas sehingga permukaannya halus
  3. Bambu yang memiliki permukaan halus kemudian diukur membentuk ukuran bulan sabit. Dilakukan pada seluruh bagian bambu agar ukurannya seragam.
  4. Dipotong bambu hingga berbentuk bulan sabit pada ukuran yang sudah diberi tanda sehingga menjadi sekitar 30 potong
  5. Direkatkan setiap 3 potong bambu menggunakan lem hingga membentuk seperti lingkaran.
  6. Bambu bambu yang telah direkatkan menggunakan lem kemudian dicat dengan cat air berwarna merah
  7. Diletakan saklar lampu yang telah disediakan pada potongan bambu dan diberi alas penutup pada dasarnya
  8. Ditumpuk bambu yang telah direkatkan ke bagian atas bambu yang telah didekatkan dengan saklar untuk lampu sambil diberi lem dengan bentuk zigzag
  9. Vas lampu siap digunakan apabila saklar dinyalakan.

Gambar produk yang dihasilkan dari limbah kehutanan (bambu): vas lampu hias

 












PENUTUP

Kesimpulan

1.      Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

2.      Limbah kehutanan adalah limbah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri kehutanan atau lainnya.

3.      Berdasarkan wujudnya limbah dibagi menjadi 4 jenis yaitu, limbah padat, limbah cair, limbah gas, dan limbah suara.

4.      Berdasarkan senyawa limbah dibagi menjadi 3 jenis yaitu, limbah organic, limbah anorganik, dan limbah beracun dan berbahaya.

5.      Berdasarkan sumbernya limbah dibagi menjadi 4 jenis yaitu, limbah pertanian, limbah industri, limbah pertambangan, dan limbah perkotaan

Saran

           Sebaiknya praktikan belajar terlebih sebelum praktikum agar saat praktikum, praktikumnya berjalan dengan lancer dan juga praktikan harus menjaga kesopanan agar praktikum berjalan dengan lancer.

 

DAFTAR PUSTAKA

Astana S, Soenarno, Endom W. 2015. Potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Limbah Pemanenan di Hutan Alam dan Hutan Tanaman. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 12(3) : 227 – 243.

Idris M, Soenarno. 2015. Unjuk Kerja Teknik Penyaradan Kayu Dengan Metode Tree Length Logging Pada Hutan Alam Lahan Kering. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(2) : 153 – 166.

Marliana N. 2014. Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) Sebagai Bentuk Implementasi Dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Jurnal Formatif, 4(2) : 124 – 132.

Matangaran JR, Anggoro R. 2012. Limbah Pemanenan Jati di Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Perennial, 8(2) : 88 – 92.

Setiyono. 2011. Dasar Hukum Pengelolaan Limbah B3. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2(1) : 72 – 77.

Soenarno, Endom W, Basari Z, Suhartana S, Dulsalam, Yuniawati. 2016. Faktor Eksploitasi Hutan di Sub Region Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 34(4) : 335 – 348.

Soenarno, Wesman E, Sona S. 2018. Studi Faktor Pemanfaatan dan Limbah Pemanenan Kayu di Hutan Alam Papua Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 36(2) : 67 – 84.

Sulastiningsih IM, Santoso A. 2012. Pengaruh Jenis Bambu, Waktu Kempa dan Perlakuan Pendahuluan Bilah Bambu Terhadap Sifat Papan Bambu Lamina. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(3) : 199 – 207. 

 

 


Komentar